Home / Berita / Mahasiswa Teknik Sipil Menjadi Pejuang Muda Kemensos 2021

Mahasiswa Teknik Sipil Menjadi Pejuang Muda Kemensos 2021

Pejuang muda merupakan salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kementrian Sosial yang diperuntukkan kepada mahasiswa agar mencari pengalaman di lapangan secara langsung ke daerah prioritas atau daerah pascabencana, daerah kantong-kantong kemiskinan, serta daerah Komunitas Adat Terpencil (KAT) di seluruh nusantara. Di tahun 2021, program ini baru berjalan pertama kali dan salah satu mahasiswa Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan berhasil lolos di setiap proses seleksinya. Alfin Bagas Digdaya, mahasiswa semester 5B Angkatan 2019.

Lokasi pengabdian yang dilakukan oleh Alfin Bagas bersama teman se-timnya dari instansi lain yaitu di Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di Desa Kalangan Kecamatan Margomulyo. Desa ini masih tergolong dalam kategori desa termiskin ekstrim karena letaknya yang jauh dari pusat keramaian atau sering dikenal dengan istilah “Desa Pelosok”.

Terdapat beberapa kegiatan yang difokuskan oleh Alfin Bagas yang dilakukan saat pengabdian. Diantaranya strategi pengembangan kegiatan program Team-Based Project berlangsung, yang meliputi strategi pengembangan komunitas dan strategi penetapan kuantitas serta kualitas produk, strategi marketing dan publikasi kegiatan kewirausahaan dan ekonomi masyarakat, juga verifikasi dan validasi data penerima bantuan social sesuai dengan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) di 11 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro dengan total kurang lebih 12.000 KPM (Keluar Penerima Manfaat).

Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang belum secara maksimal juga menjadi salah satu program kerja yang dilakukan Alfin Bagas beserta timnya. Desa Kalangan merupakan desa dengan penghasil ubi ungu melimpah. Hal ini dimanfaatkan dengan pelatihan pengolahan ubi ungu menjadi olahan ‘Eggroll’ dengan mengajak kerja sama pemerintah desa, ibu-ibu PKK, serta BUMDesa Kalangan. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan perekonomian warga serta menjadi produk unggulan desa ke depannya.

“Dengan adanya program Pejuang Muda ini, diharapkan dapat meminimalisir ketidaktepatan sasaran Keluarga Penerima Manfaat, mampu mengembangkan Sumber Daya Alam sehingga dapat terolah dengan baik, juga semoga ke depannya sinegritas harmonis antara Pejuang Muda dengan pemerintah desa juga pelaku UMKM terus ada”, ujar Alfin Bagas dalam wawancara yang telah dilakukan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *